Thursday, October 4, 2012

Burung Jalak Suren



Burung Jalak Suren 

Burung Jalak Suren (Sturnus contra) atau Pied Myna (Asian Pied Starling) merupakan burung sawah yang berasal dari famili Sturnidae.

Burung ini mempunyai tingkat kecerdasan yang baik karena burung ini memiliki kemampuan untuk meniru berbagai jenis suara burung berkicau lain seperti burung kacer, burung love bird, burung cucak ijo, burung hwamei, burung kenari, burung murai batu, burung cucak jenggot, burung ciblek, burung branjangan, burung prenjak sawah dan sebagainya.

Selain itu burung Jalak Suren yang sudah dewasa memiliki kemampuan untuk meniru suara manusia sebagaimana burung beo sehingga burung ini sering dijadikan sebagai burung master untuk memancing burung lain agar mengeluarkan suara kicau.

Burung Jalak Suren termasuk jenis burung yang rajin berkicau dan sangat cerewet ketika melihat orang lewat. Hal ini menjadikan burung ini sering dipelihara untuk menjaga rumah yang sepi atau sering ditinggal dalam keadaan kosong.


Jenis Burung Jalak Suren 

Jalak suren terdiri dari 2 jenis yang bisa ditemukan di pasaran yaitu burung Suren Kalimantan dan burung Jalak Suren Jawa atau biasa disebut Jalak Suren Lokal. Yang membedakan burung Jalak Suren Kalimantan dan burung Jalak Jawa adalah warna bulunya :

1. Jalak Suren Kalimantan

Burung Jalak Suren Kalimantan
Burung Jalak Suren Kalimantan memiliki bulu yang berwarna putih pada bagian atas paruh.


2. Jalak Suren Jawa


Burung jalak Suren Jawa

Burung jalak Suren Jawa memiliki bulu yang berwarna hitam polos pada bagian atas paruh.


Sifat Burung jalak Suren Jawa

Burung Jalak Suren diyakini mampu menjaga rumah yang ditinggal pemiliknya karena burung ini memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Burung ini akan memberikan respon dengan mengeluarkan suara yang bervariasi dan sangat keras sehingga bisa dibilang memiliki fungsi yang hampir sama dengan anjing penjaga rumah.

Burung Jalak Suren cukup terkenal di beberapa daerah di Indonesia bahkan burung ini ditetapkan sebagai fauna identitas di beberapa kabupaten di Indonesia misalnya kabupaten Tegal dan kabupaten Purbalingga di Jawa Tengah. Bila anda ingin menjadikan burung Jalak Suren sebagai burung penjaga rumah maka sebaiknya pastikan bahwa burung Jalak Suren yang anda beli adalah hasil penangkaran atau budidaya.

Saat ini budidaya burung ini sudah bisa ditemui dimana-mana sehingga keberadaan burung ini bisaterjaga dari kepunahan selain untuk menjaga keseimbangan alam.


Burung jalak Suren 

Habitat Burung jalak Suren

Burung Jalak Suren bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, namun untuk habitat dengan jumlah populasi yang paling banyak adalah Jawa, Pulau Sumatera, dan Bali. Selain di Indonesia, burung Jalak Suren juga bisa ditemukan di berbagai negara Asia misalnya Bhutan, Bangladesh, Bhutan, China, Kamboja, India, Myanmar, Laos, Nepal, Thailand, dan Pakistan.

Walaupun burung ini bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia, namun untuk saat ini cukup sulit untuk menemukan burung Jalak Suren di habitat aslinya. Kenyataannya burung Jalak Suren malah lebih banyak ditemukan di pasar-pasar burung atau sebagai burung peliharaan di rumah.

Burung ini memiliki kebiasaan hidup dalam kelompok yang kecil kemudian menghuni daerah terbuka dekat pemukiman di dataran rendah dan tidur secara berkelompok pada malam hari. Populasi burung ini tidak diketahui dengan pasti namun IUCN Redlist memasukkan burung ini dengan kategori status konservasi “Beresiko Rendah” atau “Least Concern”.



Ciri-ciri Burung jalak Suren 
  • Memiliki postur tubuh sedang dengan panjang tubuh sekitar 24 cm.
  • Warna bulu didominasi oleh warna hitam dan putih.
  • Bagian bulu yang berwarna putih adalah pipi, dahi, tunggir,  garis sayap, tunggir dan perut.
  • Sedangkan bulu di tenggorokan, dada dan tubuh bagian atas berwarna hitam (coklat pada remaja).
  • Memiliki iris mata yang berwarna abu-abu.
  • Memiliki kulit tanpa bulu pada sekitar mata yang berwarna jingga.
  • Memiliki paruh yang berwarna merah dengan ujung putih.
  • Memiliki kaki yang berwarna kuning.
  • Suara yang dikeluarkan seperti suara teriakan yang sumbang, keras  dan riang.
 Makanan Burung jalak Suren
Makanan alami dari burung Jalak Suren adalah cacing tanah, jangkrik, dan serangga kecil. Namun bila anda ingin memelihara burung ini anda juga bisa memberikan pakan buatan yang tentunya harus mampu memenuhi kebutuhan nutrisi, vitamin dan mineral dari burung ini.

Pakan Burung jalak Suren 

 Pakan Buatan Burung jalak Suren 
Makanan buatan yang baik bisa diselingi dengan buah-buahan sebagai makanan tambahan untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan burung dan melengkapi kebutuhan nutrisinya. Di samping itu anda juga bisa memberi makanan tambahan alami seperti ulat, serangga, dan jangkrik sehingga burung menjadi lebih bergairah dan tetap sehat.
Salah satu jenis pakan buatan yang terbaik untuk burung Jalak Suren adalah voer. Sebaiknya anda memberi  voer dengan kadar protein yang sedang, yaitu sekitar 15 persen. Voer yang mahal belum menjamin apalah  cocok dengan sistem metabolisme burung. Voer bisa diberikan untuk  melengkapi kebutuhan nutrisi burung.
1. Buah-buahan
Jalak suren merupakan burung pemakan buah-buahan yang baisanya tersedia di hutan seperti pepaya, pisang, jambu, dan lain-lain. Sebaiknya anda memperbanyak pemberian pepaya dan pisang karena buah ini kaya akan vitamin  sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung Jalak Suren.
2. Kroto Segar
Kroto segar bisa menjadi menu utama yang bisa diberikan pada burung Jalak Suren. Pemberian pakan kroto yang sudah tidak dalam keadaan yang segar bisa menyebabkan burung menjadi sakit seperti keracunan atau mencret.
Dalam pemberian kroto, usahakan diatur takaran yang pas untuk dimakan habis oleh burung Anda. Sehingga terhindar dari sisa kroto yang menjadi bau di tempat makanan burung Anda.
3. Jangkrik
Jangkrik adalah pakan alami burung yang bermanfaat untuk memacu suara kicauan, meningkatkan gairah dan meningkatkan stamina burung. Sebaiknya kaki belakang jangkrik yang tajam dibuang terlebih dahulu sebelum diberikan pada burung untuk memudahkan pencernaan burung .
4. Cacing Tanah
Cacing tanah saat ini digunakan untuk meningkatkan birahi pada burung tangkaran, baik burung jantan maupun betina pada masa perkawinan dan meningkatkan produktifitas indukan betina dalam bertelur.
5. Ulat Hongkong
Pakan ini sama fungsinya dengan cacing tanah. Hanya saja pemberian pada burung harus dibatasi. Karena pemberian pakan ini secara berlebihan dapat memicu penyakit katarak pada mata burung Anda.
6. Kerikil dan Pasir
Seperti unggas lainnya, burung Jalak Suren membutuhkan makanan pembantu seperti kerikil, batu kecil atau pasir, sejenis pecahan karang dan batu padas yang berfungsi untuk melancarkan proses pencernaannya.
Ini semua harus tersedia dalam kandang penangkaran agar selalu tersedia bila burung yang anda tangkarkan memerlukannya.

Sarang Burung jalak Suren 

Reproduksi Burung jalak Suren

Burung Jalak Suren bereproduksi sepanjang tahun dimana puncak dari perkembangbiakan biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Juni. Sedangkan bulan Juli hingga Desember adalah masa penurunan perkawinan.
Burung Jalak Suren akan membuat sarang pada pohon yang bercabang. Jumlah rata-rata telur yang dihasilkan burung Jalak Suren adalah 3-4 butir dalam satu kali masa bertelur.
Telur akan dierami secara bergantian oleh induk betina dan jantan. Telur-telur yang dierami akan itu menetas setelah melewati 14 hari masa pengeraman.
Jalak Suren jantan mempunyai fungsi lain yaitu sebagai penjaga telur dari kemungkinan adanya predator yang akan memangsa telur Jalak Suren. Anakan Jalak Suren yang menetas akan dipelihara oleh induk hingga mencapai umur 45 hari.
 Tips perawatan Burung jalak Suren
Selain karena sebagai burung master banyak orang memelihara burung Jalak Suren karena perawatannya yang relatif sangat mudah. Tidak seperti burung peliharaan lainnya, burung Jalak Suren tidak perlu mendapatkan perawatan yang berlebihan.
  1. Adapun yang harus diperhatikan dalam memelihara burung Jalak Suren adalah :

  1. Kebersihan kandang harus selalu terjaga dengan membersihkan kotoran pada kandang dipagi hari dan sore hari,mengganti makanan voer pada cepuk tiap 3 hari sekali,mengganti air minum setiap hari
  2. Sebelum penjemuran,burung diangin-anginkan terlebih dulu pada teras rumah antara 1/2 jam-2 jam,penjemuran sebaiknya dilakukan antara pukul 08.00-11.00
  3. Selain pakan utama berupa voer, burung Jalak Suren perlu diberikan makanan tambahan berupa buah-buahan (pisang sobo, sawo, pepaya, dll) dan hewan hidup (jangkrik, kroto, ulat kandang, ulat hongkong, dll).
  4. Burung Jalak Suren termasuk burung yang suka mandi. Pemandian jalak suren dapat dilakukan dengan menggunakan bak mandi atau dengan cara disemprot tergantung dari kebiasaan jalak suren itu sendiri. Memandikan jalak suren sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum proses penjemuran.
  5. Untuk melatih kekuatan stamina, jalak suren perlu diumbar pada kandang umbaran.
  6. Burung jalak suren perlu diberikan burung master seperti burung kenari, lovebird, cucak jenggot, dll karena jalak suren dapat menirukan berbagai  macam suara burung lainnya.
  7. Untuk melatih mental burung, jalak suren perlu digandeng dengan burung jalak suren lain, sebelum digandeng sebaiknya porsi makan burung ditambah.
sumber : http://jenisburung.com/burung-jalak-suren/

0 komentar :

Post a Comment

Text Widget